Monday, October 1, 2012

IBU, AKU INGIN BERTEMU


Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘ibuku’. (Kahlil Gibran)
            Kehadiran seorang ibu begitu besar artinya bagi seorang anak. Karena ibu adalah sosok yang telah melahirkan kita ke dunia ini. Namun tidak semua anak yang lahir dibesarkan oleh ibu kandung mereka. Ada anak-anak yang ditinggalkan orang tua mereka ketika kecil. Dan kini setelah dewasa mereka harus berjuang mencari jejak orang tua kandungnya. Kick Andy kali ini mengangkat kisah perjuangan seorang anak mencari ibu kandungnya.
            Diantaranya adalah Rosita Jamhur yang terpisah dari ibu kandungnya sejak usia 10 bulan. Rosita lahir di Medan pada tahun 1954. Tak lama setelah ia lahir, kedua orangtuanya berpisah. Setelah bercerai, ayah Rosita diam-diam membawa Rosita ke Jakarta tanpa sepengetahuan ibunya.
Keinginan Rosita untuk mencari ibu kandungnya muncul ketika ia duduk dibangku SMP. Namun, saat itu ia tidak bisa melakukan apa-apa. Keinginan itu semakin menguat ketika ia hendak menikah. Ia berharap saat dirinya menikah, ibunya bisa hadir dalam pernikahannya. Keinginan tersebut harus kembali ia kubur karena banyak hal yang kurang mendukung langkahnya.        
Pertemuan Rosita dengan ibu kandungnya baru terwujud setelah Rosita berusia 54 tahun. Melalui pencarian yang panjang dan penuh lika liku. Rosita akhirnya bertemu dengan ibu kandungnya, Rasinah di Medan pada tahun 2009.
            Angeline Julia, gadis berusia 19 tahun ini terpisah dari ibu kandungnya sejak lahir. Menurut penuturannya orang tua kandungnya tidak mampu membayar biaya persalinan karena terlibat hutang. Seorang dokter yang kebetulan bertugas berjaga di rumah sakit tempat ia dilahirkan kemudian memutuskan untuk mengasuh Angel dan menjadikannya anak angkat.
Sebelumnya, Angel tidak pernah tahu bahwa ia adalah anak angkat, hingga suatu saat ketika Angel duduk di kelas 6 SD, ibu angkatnya yang sedang emosi mengatakan bahwa ia adalah anak pungut. Setelah kejadian tersebut, rasa penasaran dan kehancuran semakin melengkapi penderitaan Angel. Ia pun memutuskan pergi dari rumah dan mulai menelusuri jejak ibu kandungnya.
Dalam upaya mencari jejak ibu kandungnya, Angel kemudian menulis sebuah buku yang berjudul “Hitam Putih Dunia Angel” yang menceritakan kisah hidupnya. Angel berharap buku tersebut dibaca oleh ibu kandungnya. Dan ia dapat bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.
            Seorang pemuda dari Blitar, Mei Nugroho juga melakukan pencarian jejak ibu kandungnya. Sejak kecil Mei telah ditinggal oleh ibunya ke Sumatera. Karena masalah keluarga, ibunya memutuskan untuk meninggalkan suami dan anak-anaknya saat Mei berusia 7 bulan. Praktis sejak bayi, ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
Kerinduannya akan sosok seorang ibu kemudian membawanya berkelana dengan menggunakan sepeda dari Blitar ke Lampung. Informasi keberadaan ibu kandungnya di dapatnya dari seorang tetangga. Dengan modal uang pas-pasan, Mei mengarungi pernjalanan lintas Jawa-Sumatra dengan sepeda.
Perjuangan Mei berbuah manis setelah sebelas hari di jalan, ia akhirnya berhasil bertemu dengan ibu kandungnya, Parinem. Saat bertemu, Mei menumpahkan segala apa yang telah di pendamnya selama ini dan menangis tak henti-henti.
            Reza Purwanti terpisah dari ibu kandungnya saat ia masih berusia 5 hari. Reza kemudian diangkat menjadi anak angkat oleh majikan tempat ibu kandungnya sempat bekerja sebagai buruh cuci. Kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tua angkatnya membuat Reza tidak pernah tahu bahwa sebenarnya ia bukanlah anak kandung.
Namun diakui Reza sejak kecil, ia sudah merasakan berbagai macam keganjilan dalam dirinya terkait asal usulnya. Tapi Reza tidak pernah menggubrisnya karena orang tua angkatnya begitu menyayanginya.
Kebenaran akan jati dirinya yang sebenarnya baru ia ketahui saat ia sudah menikah. Dimana saat itu ayah angkatnya sedang sakit parah. Berbekal informasi sebuah nama, Reza kemudian bertekad menelusuri keberadaan ibu kandungnya. Akankah Reza berhasil bertemu dengan ibu kandungnya?
Terkadang kita tidak sadar dengan apa yang kita miliki sampai kita merasakan kehilangan. Oleh karena itu tunjukkan kasih sayang kita kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Karena, tak ada arti banjir airmata diatas pusara, ketika orang yang dikasihi telah tiada.

No comments:

Post a Comment